Jamaah jaga jarak saat mendengarkan pengajian – Sumber: Dokumen Pribadi
Terlihat di Halaman Pondok Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur para jamaah pengajian diukur suhu tubuhnya oleh panitia menggunakan Thermogun, Sabtu (9/1/20). Alhamdulillah, para jamaah pengajian semua dalam kondisi sehat tidak ada jamaah dengan suhu tinggi.
Pengajian dihadiri oleh kurang lebih 40 jamaah dari berbagai instansi yang meliputi pengurus PP Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur, Bapak Ibu guru dan pegawai MTs, MA, dan SMK DU Muhammadiyah Galur, SD Muhammadiyah Wonopeti 2, dan TK ABA Sewugalur, serta dihadiri oleh tokoh masyarakat Dusun Sorobayan, Tirtorahayu, Galur.
Sekitar pukul 09.30 WIB pengajian keluarga Darul’Ulum Muhammadiyah Galur dimulai. Pengajian dibuka dengan bacaan Basmallah dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur, H. Daliman. Kemudian dilanjutkan acara inti yaitu pengajian yang disampaikan H. Fahrudin, S.H dari Bantul.
H. Fahrudin, S.H dalam pengajiannya menyampaikan untuk tidak melupakan sholat sunnah dikarenakan sholat sunnah menjadi penyempurna kualitas sholat fardhu yang tidak baik. Sholat sunnah tersebut di antaranya Sholat Sunnah Rowatib, setelah wudhu, saat gerhana, Dhuha, Tahajud, dan lain-lain.
Memberikan tanda silang pada karpet untuk mengatur jarak barisan sholat dan jamaah pengajian – Sumber: Dokumen Pribadi
Dalam pelaksanaan pengajian keluarga Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur, panita menerapkan protokol kesehatan seperti mengukur suhu tubuh, wajib bermasker, dan mengatur jarak tempat duduk. (Az)
Kepala Madrasah (Kiri) dan Kepala Kantor (Kanan) melakukan serah terima potongan tumpeng sebagai tanda simbolis diresmikannya LazisMu MA DU Muhammadiyah Galur – Sumber: Dokumen Pribadi
Madrasah Aliyah Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur, Kulon Progo, DIY menyelenggarakan Launching LAZISMU di madrasah, Selasa (5/1/2021).
Kegiatan ini, terang Didin Saprudin, Kepala MA Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur dalam sambutannya, “dalam rangka memperbaiki kualitas pelayanan di madrasah melalui pengadaan lembaga sosial kemasyarakatan LAZISMU di madrasah”.
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.
Kegiatan launching LAZISMU ini dihadiri seluruh guru dan karyawan MA Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur. Launching LAZISMU ditandai dengan peresmian secara simbolis dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Kantor, Neili Badiatul Khusna dan penyerahan potongan tumpeng dari Kepala Kantor LAZISMU, Ibu Neili Badiatul Khusna kepada Kepala Madrasah, Bapak Didin Saprudin, S.Pd.I, M.Pd.
Selain peresmian secara simbolis juga terdapat penyerahan dana Sosial kemasyarakatan madrasah dari pemegang sebelumnya Ibu Dra Sumiarsih, diserahkan kepada LAZISMU untuk pengelolaannya dan juga penyerahan infak pribadi guru kepada LAZISMU.
“Dengan adanya launching LAZISMU MA Darul Ulum Muhammadiyah kemarin, secara resmi LAZISMU sudah mulai beroperasi. Harapannya LAZISMU MA DU dapat mengoptimalkan pengurusan serta penyaluran dana-dana sosial kemasyarakatan MA Darul ‘Ulum,” ungkap Neili Badiatul Khusna, Kepala Kantor LAZISMU MA Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur yang disampaikan kepada awak media MA Darul Ulum Muhammadiyah Galur, (6/1).
Termasuk bagian dari Launching LAZISMU MA Darul Ulum ini adalah pelantikan pengurus-pengurus LAZISMU MA Darul Ulum. Adapun susunan pengurus LAZISMU MA Darul ‘Ulum adalah Neili Badiatul Khusna sebagai kepala kantor, Hastin Hidayah Rahmawati bertugas di bidang administrasi, Anes Iswantini S.Pd bertugas di Bidang Administrasi, Fatkhiana Kurnillah bertugas di bidang Layanan, Sabariman S.Pd.I dan Muh Ridwan Aziz S.Pd bertugas di bidang penghimpunan dana, serta terakhir Annisa Muslimah, S.Pd.I, Dwi Pujiastuti, S.Pd dan Susi Utari, S.Pd.I bertugas di bidang pentasyarufan dana.
Dalam kesempatan itu, Didin Saprudin S.Pd.I, M.Pd, Kepala Madrasah MA Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur mengatakan, “Semoga dengan adanya LAZISMU MA Darul Ulum ini Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum Muhammadiyah Galur khususnya MA Darul ‘Ulum mampu terus mengembangkan ke arah yang lebih baik lagi”, jelasnya.
Di penghujung acara ini, diselipkan doa agar LAZISMU mampu dengan maksimal melakukan pengelolaan dana sosial kemasyarakatan MA Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur dan mensukseskan siswa-siswa yang lulus dari MA Darul ‘Ulum. (Fat)
Guru dan Pegawai menjadi peserta upacara HAB ke-75 Kemenag RI – Sumber: Dokumen Pribadi
Halaman MA DU Muhammadiyah Galur menjadi saksi berjalannya upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-75. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peserta upacara HAB Kemenag ke-75 hanya diikuti oleh guru dan pegawai MA DU Muhammadiyah Galur. Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran Kemenag RI Nomor 69 Tahun 2020 tentang Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kementrian Agama RI Tahun 2021.
Tema yang diusung dalam HAB ke-75 Kemenag RI adalah “Indonesia Rukun”.
Dalam amanat Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang dibacakan oleh Kepala Madrasah Didin Saprudin, S.Pd.I., M.Pd. selaku pembina upacara, menyampaikan “Indonesia rukun Saling memahami toleransi antar umat beragama Indonesia dapat maju”.
Kepala Madrasah dan Ketua LazisMu melakukan Potong tumpeng sebagai simbol diresmikannya LazisMu MA DU Muhammadiyah Galur – Sumber: Dokumen Pribadi
Di samping itu, berbarengan dengan perayaan HAB Kemenag ke-75, LazisMu MA DU Muhammadiyah Galur diresmikan. Acara persemian dilakukan dengan melakukan pemotongan tumpeng oleh Kepala Madrasah dan Ketua LazisMu.
Tujuan adanya LazisMu di madrasah adalah berkhidmad kepada warga madrasah; dan melatih/membiasakan warga madrasah untuk bersedekah, infaq, dan peduli kepada sesama. (Az)
Siswa sedang melakukan Upacara Bendera virtual di rumah – Sumber: Dokumen Pribadi
Sudah sekitar 10 bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia, selama itu pula banyak aktivitas yang dibatasi guna mengurangi penularan Covid-19. Salah satu aktifitas tersebut adalah penerapan kebijakan Belajar dari Rumah (BdR) atau Work form Home (WfH).
Sejak penerapan BdR dan WfH di sekolah, guru dan siswa tidak diperkenankan bertatap muka secara langsung. Pembelajaran yang direkomendasikan adalah pembelajaran on-line. Sementara, tatap muka hanya dilakukan apabila ada kepentingan darurat.
Tentu adanya penerapan kebijakan ini menimbulkan kesan tersendiri bagi para guru dan siswa. Berikut kesan penerapan BdR dan WfH yang tidak terlupakan.
Muncul tatangan baru memastikan siswa fokus belajar di kelas on-line
Penerapan kebijakan BdR dan WfH, tentunya membuat pengawasan dari guru berkurang. Beberapa siswa mungkin kerap mencuri waktu untuk kegiatan lain saat KBM, sehingga tidak fokus mengerjakan tugas. Hal ini mungkin biasa terjadi di banyak sekolah. Pada saat seperti ini, banyak guru yang akan menghubungi anak secara pribadi, menghubungi orang tua, hingga tidak memberikan nilai jika tugas tidak diselesaikan.
Orangtua menjadi kunci utama
Tentunya berbeda kondisi saat BdR, banyak godaan muncul pada siswa, sehingga tidak fokus dan cenderung mengerjakan aktivitas lain. Di sinilah peran orangtua menggantikan peran guru di sekolah. Orangtua akan menasehati dan memberi motivasi agar anaknya dapat menyelesaikan tugasnya. Bahkan tidak jarang orang tua mengerjakan tugas yang diberikan guru di sekolah kepada anaknya.
Siswa kesiangan menjadi hal yang lumrah
Penerapan BdR lebih fleksibel, khususnya pemberian sanksi bagi siswa yang kesiangan. Tidak ada sanksi berat bagi siswa yang kesiangan, biasanya hanya penegasan dan selalu diingatkan melalui grup kelas.
Banyak siswa yang mengeluh keterbatasan alat penunjang
Banyak siswa yang mengeluh tidak memiliki gawai yang mendukung proses pembelajaran secara daring. Keterbatasan ini membuat siswa tidak maksimal dalam mengikuti pembelajaran. Para guru biasanya memaklumi, dan perjuangan mereka akan dilihat sebagai nilai tambahan.
Rindu Sekolah
Efek BdR dan WfH yang bisa terbilang lama, membuat guru dan siswa rindu pembelajaran di sekolah. Ada hal yang dirindukan saat di sekolah, seperti canda tawa, ketengilan siswa, di marah oleh guru, dan lain-lain.
Ada pihak yang menikmati
Meski ada yang rindu pembelajaran di sekolah, tapi ada juga yang menikmati kebijakan BdR dan WfH. Hal ini mungkin disebabkan karena waktu yang fleksibel dan situasi yang santai, sehingga dianggap liburan. (Az)
Artikel di atas ditulis oleh Muhammad Ridwan Aziz Guru Mapel Sosiologi
Salah satu guru sedang mempersiapkan kelas agar dapat digunakan saat uji coba pembelajaran tatap muka terbatas – Sumber: Dokumen Pribadi
Setelah melaksanakan Belajar dari Rumah (BdR) lebih dari 1 (Satu) semester di tahun 2020, dalam Rapat Dinas Guru dan Karyawan pada tanggal 24 Desember 2020 memtuskan akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya kekurangan saat dilakukan pembelajaran daring.
Keputusan tersebut juga mempertimbangkan SKB Empat Menteri, 20 November 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, SE Gubernur Nomor 12/SE/XII/2020 tentang Kebijakan Tatap Muka Terbatas di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan SE Majelis Dikdasmen PWM DIY Nomor 257/II.4/F/2020 tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Pembelajaran di Skolah/Madrasah/Pesantren Muhammadiyah DIY pada Semester Genap T.P. 2020/2021.
Saat ini MA DU Muhammadiyah Galur sedang mempersiapkan prosedur sesuai arahan dari SE Majelis Dikdasmen PWM DIY Nomor 257/II.4/F/2020 agar di semester genap mendatang betul-betul siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. (Az)
Tampilan Market Place Ruang Usaha MADU pada WhatsApp – Sumber: Dok. Pribadi
Pasar (‘Market‘ dalam bahasa Inggris) dalam ilmu ekonomi dijelaskan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli. Selanjutnya, tujuan terbentuknya pasar diantaranya membantu memperlancar penjualan hasil produksi dan memudahkan memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan serta membantu menyediakan segala macam barang dan jasa.
Dalam mendukung program KWU (sebutan Kewirausahaan) MA DU Muhammadiyah Galur (MA DU) membuat pasar berbasis digital dengan memanfaatkan salah satu fitur dari WhatsApp. Pasar atau Market Place tersebut diberi nama Ruang Usaha MADU.
Tujuan keberadaan dari market place (pasar) tersebut sebagai bentuk pengenalan MA DU kepada masyarakat. Sehingga, pada prakteknya nanti market place tersebut digunakan untuk menyampaikan informasi madrasah, seperti info PPDB dan kegiatan madrasah lainnya.
Dalam market place Ruang Usaha MADU masyarakat dapat mempromosikan dan melakukan jual-beli, berbagi tips, dan menyampaikan info-info lain.
Untuk bergabung di market place Ruang Usaha MADU, Anda cukup mengikuti sebuah tautan/link. Link tersebut secara otomatis akan mengarahkan Anda ke sebuah Grup WhatsApp. Mudahkan!!! (Az)
Madu-galur.sch.id -- Sejak kemunculan telepon pintar, WhatsApp selalu menemani kita dalam berkomunikasi. Dalam Play Store dijelaskan ada sekitar 5 Milyar orang mengunduh WhatsApp Messenger. Dari data tersebut dapat dijelaskan bahwa hampir seluruh orang di dunia punya WhatsApp di Handphone-nya.
Di masa Pandemi Covid-19, banyak sekolah memanfaatkan WhatsApp tidak lagi sebatas media komunikasi, melainkan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran guru terhadap siswa.
Oh ya! Di dalam WhatsApp ada 1 (Satu) fitur yang bernama Chat Group. Fitur yang dikenal orang dengan WhatsApp Group (WAG) ini biasa digunakan untuk berkomunikasi secara berkelompok dengan teman dan keluarga yang berada di dalam kontak.
Selain dapat digunakan untuk berkomunikasi secara berkelompok, fitur Chat Group dapat kita manfaatkan sebagai folder pribadi, lho…
Manfaat Folder Pribadi di antaranya sebagai tempat,
transit materi yang akan disampaikan
menyimpan rahasia
menyimpan catatan penting,
dll
Tampilan folder pribadi pada WhatsApp yang sudah siap digunakan – Sumber: Dokumen Pribadi
Adapun cara memanfaatkan WhatsApp Grup sebagai folder pribadi sebagai berikut:
Buat Grup Baru Hal ini mungkin dianggap biasa bagi yang udah terbiasa, tapi bagi ‘awamers’ istilah ini terdengar asing. Baik, kita akan mulai dari awal ya! Untuk membuat grup baru, buka halaman Chat WhatsApp lalu pilih titik 3 (Tiga) di pojok kanan atas. Selanjutnya pilih menu “Grup Baru” dan ikuti langkah-langkahnya.
Rekrutmen Anggota Sebelum menjadi Grup WhatsApp, pada menu “Grup Baru” Anda akan diminta untuk melakukan “Tambah Anggota”. Pilih satu saja anggota grup yang ada pada kontak Anda (kalo aku sih menambahkan kontak istri saja, biar enak negosiasinya, hehe)
Beri nama Grup Baru Setelah Anda rekruitmen/menambahkan anggota, Anda akan diminta memberikan Nama Grup yang telah Anda buat. Nah, silakan beri nama sesuai kebutuhan. (kalo aku karena untuk kebutuhan sekolah terus aku beri nama Aziz Sekolah)
Pilih logo/foto profil Setelah selesai pemberian nama, biar lebih keren, grup yang Anda buat bisa Anda tambahkan logo.
Keluarkan Anggota Setelah Grup yang Anda buat selesai, saatnya keluarkan anggota yang ada di dalam grup.
Folder pribadi siap Selanjutnya gunakan dengan bijak ya..
Artikel ditulis oleh: Muhammad Ridwan Aziz, S.Pd. (Guru Mata Pelajaran Sosiologi)